i am singing in the raiN..

February 13th, 2008 by maydejong

Today I feel so good, so happy, like the feeling when you just win lottery, like the feeling when you just meet someone you get a crush on, like the feeling like you just get invitation letter to attend Grammy award!

Mr.Froggy sang the same song this morning..
"I am singing in the rain..I am singing in the rain"

LOneLy,,

February 6th, 2008 by maydejong

"I’ve been living with a shadow over head

I’ve been sleeping with the cloud above my bed

I’ve been lonely for so long

Trapped in the past that I just can’t seem to move on

I’ve been hiding all my hopes and dreams away

Just in case I haven’t needed them again someday

I’ve been setting aside my time

To clear a little space in the corners of my mind

I’ve been watching but the stars refuse to shine

I’ve been searching but I just don’t see the signs

I know that it’s out there

There’s gotta be something for my soul somewhere

I’ve been looking for someone to shed some light

Not somebody just to get me through the night"

Have you ever been so lonely so that you just hide away in your bed room and cry out but noone care for you?

That happens to me many times

Many-many times..like now..

Semoga Tuhan memberkati matematika!

November 25th, 2007 by maydejong

Sebuah pasangan muda yang sedang berbulan madu, karena soal yang sepele, bertengkar dan tidak mau berbicara satu dengan yang lain. Setiap kali dilakukan usaha untuk berdamai maka usaha ini kandas disebabkan komunikasi yang selalu menjurus kepada emosi yang sedang peka. Diam-diam kedua orang muda datang kepada orang tua, satu-satunya tamu yang lain di hotel tempat mereka berbulan madu dan mengadukan halnya. Orang tua itu, yang kebetulan adalah dosen Filsafat Ilmu, membuka buku indeks diktat yang dikarangnya dan berfatwa, "Bicaralah dengan bahasa matematika!"

Syahdan, ketika malam pun tiba dan sang rembulan menampakkan rona, suami muda itu mulai membuka ofensif bulan purnama. Dengan mata yang menatap tajam-tajam mata hitam istrinya, mata itu mengatakan segalanya, dia mengacungkan telunjuknya yang membentuk angka satu. Sang istri diam sejenak, terperangah dan terpana, perlahan-lahan menjawab dengan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya. Kini sang suami, melihat angka satunya dijawab dengan dua, terbungkam seribu bahasa. Mukanya mulai tampak memerah, matanya makin bertambah nyalang, kelihatan dia ragu-ragu. Namun perlahan-lahan diangkatnya tangan kanannya yang membentuk angka tiga dengan telunjuk, jari tengah, dan jari manisnya. Sang istri berteriak, lari dan menyusup ke pelukannya, kasih sayang telah kembali ke sarangnya.

Keesokan harinya sang istri datang pada orang tua yang bijak itu untuk mengucapkan terima kasih. Biasanya, begitu dia mulai bicara, sekiranya kami ingin berdamai maka kata-kata pertama selalu diartikan salah, yang menyebabkan kami kembali bertengkar. Kemarin dia tidak berkata apa-apa, sekedar menatap saya tajam-tajam dan berkata, "Dikaulah satu-satunya wanita yang kucintai." Hati saya tersentuh dan trenyuh, naluri kewanitaan saya luluh, jawab saya, "Kaupun satu-satunya yang kucintai, kita berdua adalah sepasang gunting, yang kalau sebelah tidak ada artinya." Eh, mendengar jawaban saya itu, dia menjadi binal, muka saya merah mendengarnya, "Marilah kita bikin belahan ketiga."

Sore harinya sang suami datang, membusungkan dada dan berseri-seri, menjabat tangan profesor itu dan berkata, "Matematika memang bahasa yang eksak, cermat, dan terbebas dari emosi. Sejak hari ini saya akan secara sungguh-sungguh mempelajari filsafat matematika." Dia pun lalu menceritakan halnya, bagaimana perselisihan dengan istrinya diselesaikan dengan sempurna, berkat kemujaraban matematika. "Karena dia tidak mau mengerti saya, karena setiap kata-kata saya selalu disalahartikan olehnya, maka langsung saja saya beri ultimatum: satu"
"Lalu bagaimana jawabnya?" tanya profesor itu.

"Dia memang perempuan keras kepala. Dia tidak takut atau pura-pura tidak takut terhadap ultimatum saya, malahan menantang : Dua!"

"Hah?" desis profesor itu sambil membuka kacamatanya.
"Ya, dua. Dia menantang saya dengan dua. Artinya melakukan kontra ofensif terhadap ultimatum saya. Saya jadi serba salah. Saya menjadi serba ragu. Bagaimana kalau ultimatum-ultimatuman ini berakhir tragis? Tetapi, kelelakian saya tersinggung dengan tingkahnya itu, serta mungkin saja dia pura-pura berani, dalam hatinya siapa tahu. Benar juga, ketika ultimatum saya habis, bersama kesabaran dan harapan saya : Tiga! Dia pun menyerah dan memeluk saya. Eureka! Semoga Tuhan memberkati matematika!"

Cerita di atas adalah penggalan dalam buku Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Populer (Jujun S.Suriasumantri) dalam bab berjudul "Matematika". Ada banyak sebab mengapa aku menyukai buku ini, bahkan aku sudah mulai membacanya sejak masih duduk di SMU kelas 1. Akhirnya pada tingkat tiga universitas, karena buku ini juga, aku memilih untuk mengambil mata kuliah "Filsafat Ilmu" dari Sosio Teknologi, saat teman-temanku memilih mata kuliah favorit lain yang lebih banyak peminatnya. Aku masih ingat jelas, setiap hari Kamis pukul 13 siang bolong, di GKU Lama lantai 3. Phew! Haus, kaki pegal naik tangga 3 lantai, ditambah kepala pusing akibat dehidrasi. Tp ga satu hari pun aku bolos. Ga ada satu tugas pun yang ga kukerjakan. Presentasi timku yang mengambil topik "Epistemologi dan Aksiologi Keilmuan" mendapat nilai gemilang. Aku paham betul semua pemikiran, hipotesa, dan aksioma Thomas Aquinas, Auguste Comte, Immanuel Kant, Bertrand Russel, Ludwig Wittgenstein, sampai ketidakpastian Schrodinger, semuanya semuanya semuanya! Aku lulus mata kuliah itu dengan nilai straight A!

Itu untuk pertama kalinya aku sadar arti sebuah S.E.M.A.N.G.A.T. Itu pula untuk pertama kalinya aku benar-benar jatuh cinta pada pemikir-pemikir besar dunia yang beratus-ratus tahun setelah ketiadaan mereka hasil buah pikirannya tetap eksis dan membuat seorang anak umur 19 tahun ini terbuai di dalamnya.

"You can accomplish anything if you put your mind to it"

(Mayestica d.J dalam sebuah interview malangnya di sebuah gedung kembar di Jakarta)

"Tak pernah ada kejutan dalam logika"

(Ludwig Wittgenstein dalam bukunya Tractatus Logico-Philosophicus)

Neurotik, psikotik, dan psikiater..

November 15th, 2007 by maydejong

Manusia yang neurotik adalah mereka yang membangun rumah di atas awan..
Manusia yang psikotik adalah mereka yang tinggal di dalamnya..
Manusia yang psikiater adalah mereka yang menagih sewanya..

Kumbang yang lucu..

November 15th, 2007 by maydejong

Titian_karir_terpadukecil_3

CAS (Catatan Akhir Sekolah)

November 6th, 2007 by maydejong

Salah satu curhat saat penat mengerjakan Tugas Akhir (September lalu)..

Rasanya baru kemarin aku menjatuhkan pilihan Teknik Perminyakan sebagai pilihan pertama di ujian SPMB, sekarang aku sudah berada pada fase paling akhir di kuliahku. Mengerjakan Tugas Akhir.

Sering setiap malam, sambil melihat kelap-kelip Ciwalk dari kejauhan, aku berpikir sendiri, sementara orang-orang di sana menghabiskan listrik beribu-ribu mega watt  –yang sebagian didapat dari pembangkit listrik yang menggunakan minyak– sekedar untuk menyalakan lampu-lampu penghias mall dan papan reklame, aku di kamar sempit ini belajar bagaimana mengeksploitasi minyak dan gas bumi dengan seefisien mungkin. Buat apa semuanya? Buat apa aku belajar semua ini?

Buat Tuhan..
Buat masa depanku..
Buat negaraku, Indonesia..
Buat orang-orang di sekitarku..
Buat keluargaku..
Buat anak-anak di pedalaman yang sekarang mungkin tidak bisa mengenyam pendidikan, yang bahkan tidak tahu bahwa mendapatkan pendidikan adalah hak asasi setiap manusia..

Bahkan seandainya pun yang bisa kulakukan nanti untuk mereka adalah bagian sangat kecil yang bisa disumbangkan seorang manusia bagi lingkungannya, menurutku itu sudah lebih dari cukup. Tuhan menempatkan aku lahir di Indonesia, bukan di Amerika (sebuah negara maju adikuasa), untuk sebuah alasan, pastinya.

Dan setelah mengingat kepada siapa saja aku bisa menyumbangkan ilmuku nanti, aku jadi bersemangat belajar lagi. Terima kasih Tuhan. Untuk pertama kalinya aku benar-benar bangga menjadi seorang Indonesia.

eDensoR..

October 16th, 2007 by maydejong

"Aku ingin mendaki puncak tantangan,
menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan
misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu
terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat
disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang
bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak
terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan
berpencar ke arah yang mengejutkan." 

"Aku
ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan
orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca
bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin
melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut
dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan
penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!"

Miss my Hero and my Hiro..

October 15th, 2007 by maydejong

For my Hero in the middle of nowhere..
knowing that i have u as my Hero reminds me how GOD really loves me

For my Hiro at Jakarta..
thanks bgt buat makan-makannya di Plasa Senayan kemarin..teleport ke Bdg dong jeung..wakakaka. Ayo kita fresh graduate ngadain tahlilan semalaman bersama biar cepet..^tiiit, sensor!^ Nanti aja yah posting yg seru-seru dan sok sastrawan ala Mayestica-de-Jong..lg sibuk diriku..